Webinar series ke-3 “MENGGAGAS POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI ERA NEW NORMAL”

Selasa (14/07/2020) Jurusan Sosiologi menyelenggarakan webinar series ke-3 dengan tema “MENGGAGAS POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI ERA NEW NORMAL”, yang menghadirkan narasumber :

  1. Prof. Dr. Arif Satria, SP., M.Si. (Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Rektor Institut Pertanian Bogor)
  2. Prof. Dr. Sunyoto Usman, M.A. (Guru Besar Departemen Sosiologi Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada)
  3. Prof. Dr. Mustain Mashud, M.Si. (Guru Besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga)
  4. Prof. Dr. Alfitri, M.Si (Guru Besar Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya, Wakil Dekan 1 FISIP UNSRI)

Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Kgs. Muhammad Sobri, M.Si selaku Dekan FISIP UNSRI, dalam kata sambutannya beliau berharap dengan kegiatan ini bisa memberi wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa khususnya mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP UNSRI agar lebih kreatif dan inovatif dalam merancang serta menggagas kegiatan pemberdayaan masyarakat terutama di situasional pendemik seperti sekarang ini.

Setelah pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan keynote speech oleh Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, sekaligus diskusi dan tanya jawab singkat yang dipandu oleh Dr. Yunindyawati, M.Si sebagai moderator. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh masing – masing narasumber kemudian diteruskan dengan sesi tanya jawab serta diskusi antara narasumber dengan peserta seminar.

Topik ini diangkat karena COVID-19 telah menjadi realitas penyakit yang mengubah struktur sosial masyarakat. Perilaku sosial berubah, begitu pun kohesi sosial. Upaya – upaya menghadapi pandemi Covid-19 sudah dilakukan. Menjadi pertanyaan, sampai kapan masyarakat dengan pelbagai sektor kehidupannya harus hidup dalam masa ketidakpastian, ketidaknyamanan dan ketidakamanan dari situasi pandemi. Menjawab situasi dan kondisi yang terjadi, maka tatanan kehidupan normal baru atau new normal menjadi alternatif exit strategy.

Terlepas dari perdebatan istilah, tatanan new normal secara sosiologis sama dengan istilah adaptasi hidup darurat pandemi. New normal dimaksudkan agar pelbagai sektor kehidupan yang tadinya tersendat bahkan berhenti, dapat (sedikit) bergerak kembali. Dengan kata lain, adaptasi hidup darurat pandemi sebagai upaya meredam laju tingkat kerentanan sosial di masyarakat yang tidak menentu. 

Pola pemberdayaan masyarakat merupakan suatu bentuk upaya yang ditempuh oleh pemerintah untuk mengembangkan, memandirikan, dan menswadayakan masyarakat agar mampu membuat suatu perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas potensi daerah.

Berdasarkan dari penjelasan tersebut, maka diperlukan program pemberdayaan masyarakat yang efektif dan relevan dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Seminar ini membahas mengenai bagaimana upaya untuk menciptakan pola pemberdayaan masyarakat di era new normal. Serta bagaimana peran akademisi dalam menggagas pola pemberdayaan masyarakat di era new normal(yosi).