Public Lecture: A Political Perspective on the War in Ukraine

Selasa, 26 April 2022 – Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya menyelenggarakan Kegiatan Kuliah Umum yang berjudul “Public Lecture: A Political Perspective on the War in Ukraine” dengan mengundang Narasumber dari luar Negeri Dr. Adam Tyson, Associate Professor of Southeast Asian Politics, School of Politics and International Studies, University of Leeds, Leeds, England, United Kingdom. Kuliah Umum dilaksanakan secara daring, selain diikuti oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unsri juga dihadiri oleh peserta seluruh Indonesia maupun dari University of Leeds, dari Negara Nigeria, dan lainnya secara daring.

Dalam kata sambutannya Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Alfitri, M.Si. Beliau mengucapkan terima kasih kepada pemateri yang sudah berkenan mengisi Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya. Beliau juga berharap dengan berakhirnya Kuliah Umum ini dapat memberikan wawasan baru terkait isu yang sedang hangat terjadi di Politik Internasional saat ini. Beliau berharap di kesempatan yang akan datang dapat mengajak Dr. Adam untuk ke Universitas Sriwijaya secara langsung.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Dekan I Fisip Unsri Bapak Dr. H. Azhar, SH., M.Sc., LL.M., LL.D.  sekaligus membuka Kuliah Umum. Beliau mengucapkan Terima kasih banyak kepada Pemateri yaitu Dr. Adam yang bersedia memberikan perspektif Politik terkait isu yang sedang hangat terjadi antara Rusia dan Ukraina. Beliau mengucapkan terima kasih banyak kepada rekan – rekan panitia yang telah menunangkan ikhtiar dalam rangka mensukseskan acara Kuliah Umum ini. Terakhir, beliau berharap di kesempatan yang akan datang dapat mengajak Dr. Adam untuk ke Universitas Sriwijaya secara langsung.

Dalam paparannya Dr. Adam Tyson menyampaikan terdapat faktor Politik yang menjadi dasar atas Invasi yang terjadi di Ukraina oleh Russia. Salah satu diantaranya adalah dengan hadirnya pasukan militer dari Rusia ke Ukraina tidak terlepas dengan adanya dasar untuk melindungi warga Ukraina yang pro Rusia agar terhindar dari pembunuhan yang tidak berguna. Terlebih, Ukraina dibawah Volodomor Zelensky ingin bergabung dengan NATO, hal ini sama saja akan menghadirkan Pangkalan militer untuk datang di Ukraina jika hal ini sampai terjadi. “Kenapa hal ini menjadi sebuah ancaman bagi Russia?” Ujar Dr. Adam, hal ini disebabkan karena secara geopolitik, Ukraina memiliki kedekatan dengan Rusia sementara itu, Presiden Vladimir Putin merupakan orang yang hidup di zaman perang dingin sedang berlangsung, bahkan dia merupakan intel dari Uni Soviet pada saat itu yaitu KGB. Secara idiosinkratik, Persepsi ancaman keamanan Rusia dibawah Putin dapat menjadi hal yang nyata jika melihat latar belakang Vladimir Putin tersebut.

Gejolak Perang yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina pada hari ini bukanlah suatu hal yang baru, terlebih pada tahun 2014 lalu yang dimana  Rusia hendak melindungi warga Ukraina yang pro Rusia di Krimea sehingga terjadi praktik aneksasi di Krimea yang merupakan daerah Ukraina oleh Rusia.

Presiden Ukraiana pada saat ini, Volodomor Zelensky memiliki sikap yang lebih condong ke arah barat. Dari hal inilah yang kemudian pada akhirnya menjadi salah satu alasan mengapa Ukraina dibawah Zelensky mencoba bergabung dengan NATO.(pic)