Online Public Lecture Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Sriwijaya “Kerjasama Bilateral Indonesia-Kanada”

Indonesia telah melakukan banyak hubungan bilateral dengan berbagai negara di dunia. Salah satu negara yang memiliki konsen besar dalam hubungan bilateral dengan Indonesia adalah Kanada. Dalam tinjauan sejarah, hubungan baik antara Indonesia dan Kanada sudah dimulai sejak tahun 1948 ketika indonesia mencari pengakuan internasional atas kemerdekaan Indonesia di tatanan PBB. Kanada memberikan dukungan besar atas upaya yang dilakukan oleh Indonesia saat itu. Hubungan baik antar kedua negara ini terus terjalin hingga pada tanggal 9 Oktober 1952 secara resmi dibuka perwakilan diplomatik Indonesia di Ottawa, Kanada. Dalam perkembangan hubungan yang semakin intens, Indonesia dan Kanada terlibat banyak kerjasama bilateral dalam berbagai sektor meliputi kerjasama bilateral dalam sektor politik, ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya. hubungan bilateral yang terbangun sudah lebih dari enam dekade yang berimplikasi pada banyaknya dampak yang ditimbulkan dari hubungan diplomatik dari kedua negara.

Menyikapi perkembangan tersebut, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Sriwijaya pada senin, 10 Agustus 2020 pada pukul 08.00 WIB mengadakan online public lecture dengan tema “Kerjasama Bilateral Indonesia-Kanada”. Acara ini dibuka langsung oleh Prof. Dr. Kgs.M.Sobri,M.Si sekalu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya. Pembicara utama yang hadir pada acara ini adalah Ibu Nancy Kusbayanti yang merupakan wakil duta besar Indonesia untuk Kanada. Dalam paparannya beliau menyebutkan banyak hal penting dalam hubungan diplomatik bilateral antara Indonesia dan Kanada. Beliau juga menyampaikan terkait angka eksport dan import antar kedua negara yang menjadi lini penting dalam pengembangan hubungan bilateral. Acara public lecture ini dimoderatori langsung oleh ketua jurusan Ilmu Hubungan Internasional-FISIP Universitas Sriwijaya, Bapak Azhar,S.H.,M.Sc.,LLM.,LLD.

Setelah paparan yang dilakukan oleh Ibu wakil Duta Besar Indonesia untuk Kanada, moderator membuka sesi tanya jawab pada peserta public lecture. Pertanyaan yang hadir dalam diskusi kali ini sangat beragam mulai dari pertanyaan teknis terkait hubungan bilateral kedua negara, peluang beasiswa dan riset, serta peluang Kerjasama dalam skala daerah di beberapa sektor. Acara ini dihadiri oleh 240 peserta dengan berbagai latar belakang dan institusi meliputi mahasiswa dan dosen dari berbagai Universitas baik didalam negeri maupun luar negeri, staf BUMN, dan staf pemerintah daerah. Acara ini diharapkan mampu untuk memberikan pengayaan khasanah pengetahuan bagi para akemisi hubungan internasional serta praktisi dan menjadi peluang dalam pengembangan Kerjasama diberbagai sector kedepannya. (Abdul Halim)