Live Instagram IRSSA UNSRI bersama Bupati Maros dari Sulawesi Selatan”

Kamis, 21 April 2022 – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional  (IRSSA), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya menyelenggarakan kegiatan  “Live Instagram IRSSA UNSRI bersama Bupati Maros dari Sulawesi Selatan”

Dimana pada acara Live Instagram Ini, Project Initiator mengundang Narasumber yang merupakan sosok berpengaruh di kawasan Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Maros Bapak H. Chaidir Syam, S.Ip., M.H Bupati Kabupaten Maros

Project Initiator pada Live Instagram IRSSA UNSRI with Bupati Maros at South Sulawesi merupakan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya, diantaranya adalah:

1. Linda Septiani Sebianto

2. Delfira Vanisha Isfandari

3. Stephanie

4. Tegar Bagus Susilo

Pada “Live Instagram IRSSA UNSRI bersama Bupati Maros dari Sulawesi Selatan” sesi pemaparan bergerak lebih banyak ke interaksi seperti Tanya dan Jawab antara Narasumber, Moderator, dan Bapak Yusuf Abror S.IP., MA. Sedikit hal yang perlu diketahui bahwasannya Live Instagram ini tidak terlepas dengan bentuk penilaian akhir Semester dari mata kuliah sehingga Project berupa Live Instagram adalah bentuk dari praktik yang disebutkan sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh Dosen Pengampu dari mata kuliah Studi Keamanan Internasional yaitu Bapak Yusuf Abror S.IP., MA di sela Sharing bersama dengan Bapak Bupati Maros “bahwasannya Project yang diselenggarakan oleh Rekan – Rekan Panitia Penyelenggara Live Instagram ini sudah sangat bagus yang dimana memiliki output terhadap Khalayak luas khususnya mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya. Beliau menyampaikan bahwa Dengan hadirnya program Kampus Merdeka, mahasiswa diberikan kebebasan untuk menentukan bentuk mekanisme UTS maupun UAS sebagai bentuk penilaian mata kuliah yang diampuh oleh Bapak Yusuf, Selama Project yang diselenggarakan itu memiliki dampak terhadap khalayak luas, maka Mahasiswa telah memaksimalkan perannya sebagai salah satu agent of change”. Acara Live Instagram di Moderatori oleh Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya yang merupakan salah satu Project Initiator itu sendiri yaitu Linda Septiani Sebianto.

Kelompok dari project Initiator pada Live Instagram ini mengungsung sub – materi dari mata kuliah Studi Keamanan Internasional yaitu konteks “Human Security”. Permasalahan Human Security adalah suatu hal yang baru pada paradigma keamanan di suatu negara terlebih pasca perang dingin yang dimana  pemerintah di suatu negara harus memaksimalkan kapabilitas mereka dengan tidak hanya berpusat terhadap pengembangan militer tetapi juga peduli terhadap ruang lingkup mikro yaitu keamanan manusia. Hal ini diujarkan oleh moderator pada Live Instagram yaitu Linda Septiani Sebianto

“Dalam rangka menjaga keamanan manusia (Human Security) maka baik pemerintah maupun kita sendiri perlu lebih aware terhadap hal ini, karena Human Security adalah aspek keamanan negara yang paling dekat dengan kita sendiri. Terlebih ketika pandemmi Covid – 19 yang dimana aspek Human Security ini mengalami kerentanan sehingga cukup banyak korban Jiwa yang berjatuhan” Ujar Linda. Maka oleh karenanya, perlu ada aspek pendekatan yang perlu dilakukan agar Human Security dapat terjamin dengan baik. Salah satu aspek pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan secara Ekonomi yang dalam kesempatan Live Instagram ini membahas Dinamika Sektor Ekonomi Kabupaten Maros di masa Pandemi.

Bapak Chaidir Syam mengakui kalau bahwasannya status Quo yang disebut oleh Linda sangat relate dengan kondisi yang terjadi di Maros “Banyak pengalaman mengenai ekonomi di kabupaten Maros pada masa pandemi, kami sangat terpuruk di tahun 2020-2021, sehingga kabupaten Maros pertumbuhan ekonominya -10%. Hal ini menjadi salah satu yang besar sekali dampaknya buat kami, karena pertumbuhan ekonomi kabupaten Maros pernah mencapai angka +6/7/8%. Hal ini akibat dari pandemi Covid-19. Dan ini lah yang sekarang seluruh daerah memang harus mempersiapkan human securitynya. Setelah itu kami melakukan pemicuan ataupun menjaga pertumbuhan ekonomi ini dengan terus memberi semangat kepada masyarakat kita, karena apabila tidak diberi semangat maka masyarakat akan semakin terpuruk.”

Maros adalah kabupaten yang berbatasan langsung dengan ibukota provinsi Sulawei Selatan yakni Makassar. Sektor primadona yang menjadi penggerak Perekonomian Maros adalah Sektor jasa dan Industri terlebih dengan memperhatikan secara geografis kabupaten Maros yang berlokasi sebagai perbatasan Makasar. meski sebagian besar daerah maros merupakan pertanian sebesar 50%. “Walaupun juga kami sampaikan bahwa daerah pertanian kabupaten Maros masih sampai 50% daerah pertanian, dan sektor pertanian masih menjadi penyangga daerah kabupaten Maros.” Sehingga, sektor transportasi dan pergudangan sendiri berkontribusi secara keseluruhan sudah tumbuh +0.28%, hal ini dikarenakan angkutan udara yang belum normal betul. Adanya Bandara Sutan Hasanudin yang berada di kabupaten Maros juga masuk kedalam perhitungan PDRB kabupaten Maros.

“Pada sektor industri dan pengolahan, sektor ini masih terpuruk karena kita mempunyai industri semen yaitu PT. Semen Bosowa Maros yang masih mengalami konstruksi sampai pada angka -8%. Sektor pertanian menjadi keuntungan bagi kabupaten Maros mendapatkan kenaikan angka hingga 8%.” Tambah ujar Bapak Chaidir Syam di Live Instagram tersebut.

Setelah mendengar situasi permasalahan yang dialami di Kabupaten Maros, permasalahan Human Security menjadi suatu Isu yang dirasakan hampir seluruh daeran yang ada di Indonesia, berangkat dari permasalahan yang telah disampaikan oleh Bapak Chaidir Syam, Linda selaku moderator disini bertanya “Selama 2 tahun pandemi yang kita alami ini, bagaimana pemerintah kabupaten Maros membuat setting nett yang menjadi jarring pengaman untuk masyarakat. Apakah ada program-program yang bisa digunakan untuk mengangkat perekonomian masyarakat?. Dan berapa persen target bapak dalam peningkatan ekonomi di tahun 2022 ini?.”

Pendekatan yang dilakukan oleh Bapak Chaidir selaku Bupati Kabupaten Maros adalah melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat Maros terlebih beliau juga memperhatikan Bonus Demografi di Indonesia yang sangat meningkat seiring berjalannya waktu sehingga hal ini dapat menjadi kesempatan bagi Kabupaten Maros untuk dapat memulihkan kembali perekonomian yang dalam hal ini tidak terlepas denganp Human Security. “Sekarang kan Kampus Merdeka Merdeka Belajar diharapkan supaya para mahasiswa bukan hanya sekedar mengetahui teori tetapi juga langsung bertemu dengan masyarakat. Ini yang kami lakukan bagaimana supaya di Maros ini kami dibantu oleh kementerian pertanian untuk di sektor pertanian. Bagaimana menghasilkan pemuda-pemuda petani milenial. Kita harapkan para anak muda bisa terjun, karena anak muda mempunyai kekuatan fisik dan juga untuk melakukan inovasi yang insyaallah akan lebih baik lagi. Saat ini terdapat sekitar 80 ribu anak muda yang terdaftar dan sekitar hampir 2 ribu yang sudah kita latih untuk melakukan capacity building di bidang pertanian.

Selain itu kita juga bekerjasama dengan balai diklat industri untuk pelatihan anak muda. Seperti pelatihan pengemasan, pelatihan menjadi bartender, yang di daerah tambak mereka dilatih dalam pengembangan ikan. Kami melihat sektor UMKM ini bisa menjadi kekuatan ekonomi yang bagus. Selama pandemi ini mereka juga diajarkan mengenai pemasaran melalui digital.” Dijelaskan oleh Bapak Chaidir Syam dengan Komperehensiv terkait pendekatan yang dilakukan dalam memperbaiki Sektor Ekonomi di Kabupaten Maros.

Bapak Yusuf Abror selaku dosen pengampu Mata Kuliah Studi Keamanan Internasional Universitas Sriwijaya merasa sepaham dengan apa yang disebutkan oleh Bapak Chaidir Syam “Jadi kalau disimpulkan, jika ingin suatu daerah maju jadilah daerah yang menjadi produsen. Yang artinya daerah tersebut mendapatkan income yang banyak dari luar. Kalau mau dilihat kita seharusnya kita lebih aktif lagi sebagai pengusaha karena entrepreneur kita masih minim dibandingkan dengan karyawan ataupun PNS di peminatannya.” Ujar Bapak Yusuf setelah mendengar penjelasan yang luar biasa dari Bapak Chaidir Syam.

Interaksi antara Bapak Yusuf dengan Bapak Chaidir melalui Instagram ini sangat interaktif sebagaimana yang disebutkan oleh Moderator “Seru sekali pembahasan antara pak Abror dan juga pak Chaidir bagaimana melibatkan pemuda dalam sektor-sektor yang penting sekali urgent vital bagi sebuah daerah, termasuk di Maros bapak mulai merancang kegiatan yang melibatkan pemuda-pemuda. Nah disini saya jadi penasaran ni pak bagaimana bapak bisa memberikan motivasi kepada kami anak muda ini agar bisa sejalan dengan apa yang telah dipikirkan. Motivasi yang mungkin bapak bilang tadi gengsi anak muda?”

Bapak Chaidir Syam menjawab “Inilah harapan kita, jadi memang kita selalu berbahasa bahwa nanti akan terjadi dimana pemuda itu lebih banyak golongan yang produktif. Saat ini di kabupaten Maros jumlah penduduk yang berusia 15 tahun sampai 40 tahun itu sudah mencapai diatas 50%, artinya bahwa generasi muda saat ini sangat besar. Ini bisa menimbulkan dua hal bisa menjadi peluang potensi yang baik, tetapi juga bisa menjadi khawatir ketika pemuda ini semuanya insyaallah semuanya  bisa siap, pakai, bisa mandiri, bisa produktif, yakin dan percaya maka kabupaten kita akan berhasil. Tetapi ketika pemuda yang kita hasilkan tidak produktif dan tidak inovatif ini yang menjadi bahaya, karena akan terjadi adanya kriminalitas dimana-mana. Dan sesuai dari harapan kita bahwa human security  juga kita bisa buat, human security bisa kita ciptakan apabila pemuda kita ataupun masyarakat kita masyarakat yang damai. Kita juga punya masyarakat yang mempunyai kemampuan melakukan migrasi dari berbagai kebiasaan untuk hal yang baik, mempunyai jiwa human right (kemanusiaan) bisa saling membantu sesamenya dan kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang kami hasilkan secara human ataupun kebijakan yang mendukung program-program kesejahteraan masyarakat. Nah ini adalah point yang harus kita lakukan.

Selama kan ini negara selalu menjaga masyarakatnya, kadang kala mereka hanya berfikir keamanan. Yang penting aman ya ok, yang penting tidak ada serangan ya ok. Padahal yang paling utama sekarang bagaimana membangun kekuatan ekonominya, kalau kekuatan ekonomi bisa bagus, masyarakat sejahtera insyaallah akan terbangun juga kekompakkan yang bagus buat mereka”.

Sesi sharing di Live Instagram cukup banyak mendapatkan antusias tinggi baik dari Bapak Yusuf selaku dosen Pengampu dengan Bapak Chaidir Syam selaku dosen Pengampu, maupun dari partisipasi peserta dan Moderator sendiri. Moderator berharap dengan berakhirnya Sesi sharing di Live Instagram ini dapat menjadi wawasan baru bagi Participants ketika berbicara mengenai konteks Human Security pada Studi Kasus “Dinamika kondisi Perekonomian Kabupaten Maros: Sharing bersama dengan Bupati Maros”. IRSSA FISIP UNSRI pada Kabinet Nawasena Abyakta disini tidak hanya berfokus terhadap bagaimana kemudian akhirnya menyelesaikan keseluruhan proker yang melibatkan pengurus saja tetapi mendukung kegiatan yang dilakukan Mahasiswa non-pengurus karena pada dasarnya IRSSA merangkul semua elemen mahasiswa Hi Unsri sehingga apapun aspirasi maupun permintaan yang datang kepada IRSSA akan diusahakan untuk dapat terpenuhi.