Kuliah Tamu Daring Jurusan Administrasi Publik FISIP Unsri “Menjembantani Penelitian dan Kebijakan: Bagaimana COVID-19 Mengubah Praktik Evidence-Based Policy Making Menjadi Lebih Baik?”

Perumusan kebijakan berbasis bukti, atau disebut dengan evidence-based policy making (EBPM), baru-baru ini mendapatkan atensi yang besar baik dari kalangan praktisi maupun akademisi administrasi publik. Ini utamanya adalah karena ia menjanjikan kebijakan yang lebih sukses, dengan mengedepankan desain yang lebih sesuai dengan subyek kebijakan.

Di era COVID-19, beberapa praktisi mengklaim bahwa mereka mampu memproduksi EBPM yang lebih baik karena adanya serangkaian proses evaluasi sejumlah data dan paksaan untuk menyalurkan bantuan kesehatan dan sosial yang harus tepat sasaran karena jumlah anggaran yang juga terbatas. Mempertimbangkan hal tersebut, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya berkerjasama dengan IAPA DPD Sumatera Selatan mempersembahkan kuliah tamu daring dengan judul “Menjembantani Penelitian dan Kebijakan: Bagaimana COVID-19 Mengubah Praktik Evidence-Based Policy Making Menjadi Lebih Baik?”

Diskusi ini diselenggarakan melalui Aplikasi Zoom pada Rabu, 1 Juli 2020 dari Jam 10.00-12.30. Diskusi ini di moderator oleh Drs. Syaifudin Zakir, M.Sc, Ketua DPD IAPA Sumatera Selatan sekaligus Dosen Jurusan Administrasi Publik, FISIP, Unsri. Diskusi ini menghadirkan akademinis dan parktisi yang berkecimpung dalam kajian dan praktik EBPM yaitu Dr. M.D. Enjat Munajat, S.Si., M.Ti., Ph.D, Universitas Padjajaran, Dr. Bevaola Kusumasari, M.Si, Universitas Gadjah Mada, dan M. Taufiq Arrahman, SIP, MPA, Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi DIY. 244 Peserta mengikuti diskusi ini baik melalui Zoom ataupun streaming melalui akun YouTube Jurusan Administrasi Publik.