International Relations Sriwijaya Student Association (Irssa) Unsri – Irssa Goes To Virtual School (IGTVs)

Sabtu, 4 Juni 2022 – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (IRSSA), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya menyelenggarakan kegiatan IRSSA GOES TO VIRTUAL SCHOOL (IGTVs) dengan tema “PREPARE YOURSELF TO BECOME NEXT IR UNSRI GENERATION”.

IGTVs adalah sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh IRSSA dalam rangka untuk mendorong minat dari para siswa SMA, tamatan SMA yang sedang gap year, Maba SNMPTN yang saat ini telah diterima di prodi HI UNSRI, dan Umum untuk tertarik memasuki jurusan Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya. Terlebih pada kegiatan ini, IRSSA menghadirkan narasumber yang akan memberikan pemaparan terkait prospek kerja tamatan mahasiswa Hubungan Internasional hanya berada di Instansi pemerintah seperti Kemenlu, Diplomat, dan Kedutaan besar. Padahal tamatan HI tidak hanya terbatas di situ saja

Adapun Narasumber yang diundang pada acara IGTVs ini ialah tak lain dan tak bukan berasal dari elemen Civitas Akademik Unsri, baik dari dosen maupun alumni HI Unsri diantaranya adalah:

1. Muhammad Yusuf Abror, S.IP., MA (Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya)

2. Salsa Melania Aquina (Alumni Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya, Content Creator & Influencer)

3. Alox Patris (Alumni Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya, Partnership at IT Company)

4. Agung Prakoso (Alumni Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya, Program Officer at Health Issues Indonesia for Global Justice).

Acara IGTVs terdapat sambutan – sambutan: sambutan yang pertama datang dari ketua Pelaksana IGTVs yang bernama Eugenia Brigitta. Ia menyampaikan bahwa kegiatan IGTVs adalah kegiatan yang ideal dalam membangun brand awareness bagi khalayak umum khususnya siswa SMA yang sedang merasakan dilemma dalam memilih jurusan ketika tamat dari SMA. Beliau berharap bahwa peserta dapat membersamai kegiatan dari awal hingga selesai acara.

Sambutan yang kedua berasal dari President of IRSSA UNSRI, M. Audrey Hasanal Hardiansyah. Beliau mengucapkan terima kasih banyak kepada ke 4 Narasumber yang telah berkenan untuk menjadi pemateri pada acara IGTVs ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Wakil Dekan III FISIP UNSRI, Bapak Dr. Andries Lionardo .M.SI selaku Pembina ormawa FISIP UNSRI yang telah menyempatkan diri hadir pada acara IGTVs ini. Tak lupa pula ucapan terima kasih disampaikan oleh Audrey mewakili iRSSA disampaikan kepada Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UNSRI Bapak Sofyan Effendi, S.IP., M.SI yang telah memberikan arahan kepada IRSSA dalam mengkonsepkan acara IGTVs agar dapat menjadi lebih baik, Acara IGTVs tidak akan berjalan lancar tanpa adanya kontribusi dari para associate maupun board of directore IRSSA yang telah memberikan tenaga, ide, maupun kuota kedalam acara IGTVs ini. Menurut Audrey, IGTVs dapat dikatakan sebagai salah satu kegiatan yang dapat mewujudkan salah satu visi dari fakultas yaitu FISIP menyapa, hadirnya IGTVs sebagai proker IRSSA yang membahas mengenai prospek pekerjaan bagi lulusan mahasiswa HI tentunya akan memberikan motivasi bagi kalangan UMUM khususnya siswa SMA yang telah tamat bahwa ada aspek yang bisa diperluas pada konteks teori yang selama ini dipelajari di kelas dengan dunia kerja. Diperlukan pengalaman kerja yang cukup mampan, passion yang tinggi untuk mempelajari hal baru agar dapat survive ketika menjadi freshgraduate.

Sambutan yang terakhir sekaligus membuka acara disampaikan oleh Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UNSRI, Bapak Sofyan Effendy S.IP., M.SI. Beliau menyapa ke 4 narasumber dan berterima kasih karena telah bersedia untuk menjadi pemateri pada acara IGTVs ini. Beliau memberikan apresiasi seluas – luasnya terhadap IRSSA FISIP UNSRI karena telah melakukan sebuah kegiatan yang sangat insiatif untuk meningkatkan brand awareness prodi Ilmu Hubungan Internasional UNSRI bagi khalayak Umum dengan cara melakukan pengenalan Jurusan HI UNSRI dan sesi Sharing dengan Alumni HI yang saat ini bekerja di bidangnya masig – masing. Beliau menyambut para peserta mulai dari tamatan SMA maupun MABA SNMPTN yang membersamai secara virtual, dan jika memungkinkan semua peserta dapat membersamai dari awal hingga akhir. Menurut data BPS menyatakan bahwa angka pengangguran ketika tamat dari bangku perkuliahan adalah disebabkan karena kurangnya keterampilan mulai dari soft skills hingga hard skills, hal ini yang dikemukakan oleh Bapak Sofyan Effendi di sela sambutan beliau. Visi dan Misi yang diemban oleh prodi adalah menciptakan mahasiswa yang memiliki wawasan peka terhadap isu – isu global yang sedang berkembang, dan mampu mengelaborasikan isu – isu tersebut dengan terhadap dampak yang akan dirasakan oleh Indonesia.

Acara IGTVs di bawa oleh MC yang merupakan mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya sekaligus associate of Internal Relations IRSSA FISIP UNSRI, Muhammad Idris. MC memandu sesi dokumentasi pertama sebelum akhirnya memasuki acara inti yaitu pembahasan. Pada saat memasuki sesi pembahasan, MC menyerahkan acara kepada Moderator yang merupakan mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya sekaligus associate of Internal Relations IRSSA FISIP UNSRI, Zahra Adellia yang akan memandu acara mulai dari pembahasan, games, hingga sesi Tanya jawab.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Bapak Muhammad Yusuf Abror S.IP., MA. Titik berat pembahasan pada sesi pertama adalah pengenalan Jurusan Ilmu Hubungan Internasional secara general kepada audiens. Bapak Yusuf menyampaikan bahwa, Ilmu HI dapat eksis dikarenakan terdapat sebuah aspek yang mempengaruhi pada skala internasional sehingga Ilmu HI akan terus menghadirkan isu – isu baru sebagai fokus kajian bagi akademisi HI. Bahkan, HI dapat hadir dikarenakan terjadinya perang dunia 1, dimana pada perang tersebut telah melibatkan banyak negara – negara di Eropa, Jepang, maupun Amerika serikat. Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson membuat sebuah Studi yang kemudian dapat menjadi pedoman bagi para representasi maupun akademisi yang memiliki minat kontestasi politik Internasional. Hubungan Internasional, menghadirkan isu – isu yang bersifat kontemporer seperti mulai dari Ekonomi Internasional, Keamanan Internasional, Lingkungan, atau yang baru – baru ini adalah keamanan cyber dan isu kesehatan seperti Pandemi Covid – 19, Virus Ebola dan masih banyak lagi lainnya. Setelah memaparkan Hubungan Internasional UNSRI secara general, Bapak Yusuf memberikan pemaparan terkait Sejarah Hubungan Internasional UNSRI, kerja sama yang dilakukan, bahkan projek yang dilakukan. Meskipun Hubungan Internasional UNSRI merupakan jurusan yang masih sangat muda di FISIP UNSRI, HI UNSRI telah melakukan berbagai macam projek baik itu pemberdayaan masyarakat, projek berskala nasional seperti workshop, melakukan kerja sama dengan instansi yang lainnya.

Pemaparan yang kedua disampaikan oleh Kak Salsa Melania Aquina. Berdasarkan dengan pekerjaan yang beliau ampuh yaitu Content Creator & Social media influencer, Basic hal yang perlu dipersiapkan bagi para audiens adalah Ide kreatif konten yang memiliki relevansi dan paling dicari oleh banyak orang di waktu yang sama. Maka hal tersebut dapat meningkatkan engagement dari audiens sehingga konten dapat menarik minat orang banyak. Tentunya ide akan konten tidak akan berguna jika seandainya audiensnya hanya orang – orang itu saja. Maka cara selanjutnya adalah membangun relasi dengan orang baru, ini yang dilakukan oleh Kak Salsa agar dapat memaksimmalkan passion beliau di bidang Content creator tersebut. Caranya adalah dengan menggait opportunities yang datang. Jika dilihat dari CV Kak Salsa, beliau cukup banyak terlibat ke kegiatan yang bersifat eksternal dari kampus. Dengan kata lain, beliau tidak hanya berfokus di dunia perkuliahan yang bersifat akademik saja. Kegiatan eksternal kampus yang dimaksud seperti mengikuti program beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri, mengikuti lomba, Bujang gadis palembang, Indonesia Youth Diplomacy Local Chapter Sumatera Selatan, dan masih banyak lagi lainnya. Melalui relasi yang telah terbangun, hal ini menjadi salah satu modal yang bisa digunakan agar audiens di konten akan terus mengalami tren peningkatan.

Pemaparan yang ketiga disampaikan oleh Kak Agung Prakoso. Pada konteks Civil Society Organization (CSO), CSO adalah organisasi masyarakt sipil yang memiliki orientasi terhadap memperjuangkan HAM, Sosial, Pembangunan dan masih banyak lagi lainnya. Indonesia for Global Justice tempat Kak Agung bekerja adalah salah satu CSO yang bergerak untuk melakukan kritisasi terhadap liberalisasi perdagangan bebas yang merugikan sejumlah rakyat di Indonesia. Sharring session yang dibawa oleh Kak Agung tidak hanya membahas mengenai secara definisi mengenai CSO dan mengapa CSO itu ada, melainkan persiapan yang perlu diketahui bagi para penggiat advokasi yang relate dengan gerakan sosial adalah:  Memperbanyak membaca berita, Diplomasi, Isu – Isu Kontemporer, mengetahui metode penelitian atau dasar – dasar penelitian sosial. Karena konteks CSO adalah membawa isu lokal yang terdampak akibat sistem internasional, maka pekerjaan di CSO akan melibatkan diri dengan melakukan audiensi dengan pemerintah secara langsung, kampanye, dan tak hanya itu saja, dengan bekerja di CSO kita dapat berjejaring dengan sesama CSO yang ada di luar negeri dan memiliki perhatian serupa terhadap isu yang sedang berkembang.

Pemaparan yang keempat disampaikan oleh Kak Alox Patris. Titik berat pembahasan yang disampaikan oleh Kak Alox adalah mengenai FMCG (Fast moving consumer goods) yang artinya adalah menjual produk dengan harga yang murah dan dalam waktu yang cepat. Maka dapat dikatakan bahwa contoh produk FMCG adalah: konveksi, minuman ringan, snack, dan masih banyak lagi produk lainnya yang mendapatkan permintaan tinggi dari konsumen sehingga jangka keberlangsungan suatu produk hanya bersifat sementara. Kehadiran FMCG dapat dikatakan memberi pengaruh yang luar biasa baik dari konsumen maupun pada konteks lapangan pekerjaan. Produk FMCG dapat dilihat di sekitar kita karena ia (produk FMCG) berbasis dengan sifat ketergantungan yang tinggi oleh konsumen dan memiliki kegunaan dengan kehidupan sehari – hari. Contohnya adalah: kosmetik dari L’Oreal, Produk F & B (Food and Beverages) dari Unilever, dan masih banyak lagi lainnya. Cara agar dapat menjadi bagian dari FMCG memerlukan tahap pemagangan terlebih dahulu.

Berakhirnya pemaparan yang dilakukan dari keempat narasumber pada acara IGTVs telah menghadirkan banyak antusias dari peserta untuk bertanya langsung kepada narasumber, namun dikarenakan keterbatasan waktu yang pada akhirnya pertanyaan dari peserta forum haruskan untuk dibatasi.  Setelah sesi Tanya jawab berakhir, Moderator melakukan sesi dokumentasi bersamaan dengan sertifikat kepada keempat Narasumber sebagai bentuk cinderamata yang dipersiapakan oleh Panitia IRSSA UNSRI dari divisi Partnership.