International Relations Sriwijaya Student Association (IRSSA) Proudly Present: International Webinar “Green Again For The Future Of Our Earth”

Senin, 21 Maret 2022Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya (IRSSA UNSRI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya menyelenggarakan Webinar Internasional secara virtual yang dalam pelaksanaannya menggunakan Zoom meeting. Kegiatan Webinar ini mengungsung tema “Green Again for The Future of Our Earth” yang menghadirkan narasumber dari dalam maupun luar negeri:

1. Zeva Aulia Sudana, MA – Sustainability Pr actioner

2. Disha Sarkar – Head of Department International Affairs  Co-Focal Point,  ECOS Resource Expert, United Nations Resource Centre OS co,  Ecos Resonalbungan Internasional Universitas Sriwijaya Dalam Webinar Internasional ini terdapat terdapat sambutan – sambutan, kata sambutan yang pertama disampaikan oleh Penasihat IRSSA UNSRIIbu Maudy Noor Fadhlia, S.Hub.Int., MA. Beliau mengucapkan terima kasih banyak kepada para Pembicara yang sudah berkenan untuk memberikan pemaparan mengenai Pentingnya menjaga lingkungan yang berkelanjutan terhadap manusia karena apa yang dilakukan manusia terhadap alam akan berdampak kembali ke manusia itu Sendiri.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh disampaikan oleh Bapak Wakil Dekan III Fisip Unsri Dr. Andries Lionardo, M.Si sekaligus membuka Webinar Internasional.  Beliau mengucapkan Terima kasih kepada pemateri yang sudah berkenan mengisi Webinar Internasional yang diselenggarakan oleh IRSSA UNSRI. Beliau juga berharap dengan berakhirnya Webinar Internasional ini dapat meningkatkan kesadaran bagi kalangan mahasiswa akan pentingnya menjaga lingkungan alam demi keberlangsungan Bumi.

Setelah acara pembukaan, kegiatan webinar Internasional ini dilanjutkan dengan sesi foto bersama Para Narasumber, Bapak Wakil Dekan III Fisip Unsri Dr. Andries Lionardo, M.Si, Penasihat IRSSA Ibu Maudy Noor Fadhlia, S.Hub.Int., MA , Tamu Undangan, Panitia dan para peserta Webinar. Kegiatan ini dipandu oleh MC yang merupakan Mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya, sekaligus salah satu Board of Director IRSSA UNSRI, Linda Septiani Sebianto. Setelah sesi foto bersama, MC menyerahkan acara kepada Alzena Indira Belva untuk memandu jalannya Webinar ini hingga sesi Tanya jawab antara narasumber dengan peserta. Narasumber pertama yaitu Kak Zeva Aulia Sudana MA memberikan pemaparan yang membahas mengenai berbagai macam perubahan lingkungan yang terus terjadi itu beriringan dengan adanya praktik perluasan lahan yang dilakukan oleh Industrialisasi di Indonesia maupun di Dunia. Adalah hal yang benar jika dengan hadirnya perluasan Industrialisasi akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, hingga ke menambahnya lapangan pekerjaan di suatu negara. Tetapi, tingginya permintaan akibat dari customer terhadap barang yang diproduksi dari suatu perusahaan akan berdampak terhadap kerentanan lingkungan di suatu negara bahkan dapat meluas ke skala global. Disaat ada perluasan lahan perusahaan di suatu daerah, maka disaat itulah akan ada praktik deforestasi, kebakaran hutan, pemangkasan lahan pertanian, urbanisasi, pemanasan global, dan masih banyak lagi lainnya. Sehingga, solusi yang tepat bukanlah untuk menghentikan produksi industrialisasi tetapi menerapkan yang namanya Green Economy dengan cara: Membangun bisnis yang berkelanjutan dan sesuai dengan standard ramah lingkungan, memanfaatkan mekanisme dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan agar perluasan produksi perusahaan dapat berjalan beriringan dengan “Lingkungan yang berkelanjutan”,  menggunakan produk yang ramah lingkungan,melakukan kampanye sosial lingkungan, dan masih banyak lagi lainnya.

Narasumber kedua yaitu Disha Sarka yang berasal dari India, memberikan pemaparan yang membahas mengenai Peran Pemuda pada Perubahan Iklim.  Pemaparan ini sama – sama membahas mengenai perubahan lingkungan yang terjadi seiring terjadinya Globalisasi tetapi titikberat pada pemaparan ini lebih ke ranah akar rumput. Seiring terjadinya praktik Industrialisasi di berbagai negara termasuk Indonesia telah mengehadirkan sebuah perdebatan yang tak kunjung selesai antara Perkembangan Ekonomi dengan lingkungan. Dampak yang ditimbulkan dari pemasifan industrialisasi tidak hanya kepada lingkungan saja, tetapi terhadap manusia itu sendiri. Sehingga dapat dikatakan berlakunya efek domino bagi masyarakat Global jika tidak menjalankan prinsip Green economy. Analogi sederhananya adalah pada saat kebakaran hutan dan lahan di negara A itu tidak hanya menimbulkan asap bagi daerah sekitar kebakaran berlangsung tetapi jika dibiarkan maka asap dari kebakaran hutan tersebut dapat merambah kenegara sekitar sehingga inilah yang dimaksud dengan adanya efek domino. Maka langkah ideal yang dapat dilakukan oleh Pemuda dalam mewujudkan Green Economy lebih ke tindakan secara individual sendiri seperti: Minimalisir Penggunaan karbon, seperti menggunakan kendaaraan listrik atau menggunakan kendaraan umum seperti bus dan kereta api. Meminimalisir penggunaan Energi, ketika sedang dirumah, matikan listrik sehingga dapat menghemat biaya sekaligus mencegah naiknya efek rumah kaca. Menerapkan Ecopreneurship, ini adalah sebuah konsep dimana para pelaku wirausaha memiliki pandangan bahwa orientasi produksi barangnya tidak hanya terhadap profit melainkan peduli terhadap lingkungan dengan cara menghadirkan barang terbaharukan dan dapat meningkatkan kualitas lingkungan pada sektor pelaku wirausaha. Melakukan Social media Campaign, memanfaatkan tren digital untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat sekitar akan meningkatnya pemanasan Global kian hari. Membuat pelatihan kepada masyarakat mengenai perubahan iklim dan cara menanganinya.

IRSSA UNSRI sebagai Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan internasional melakukan inisiatif dalam mewujudkan Visi dan Misi yang dihadirkan oleh Fakultas melalui kegiatan “Internasionalisasi FIsip” dan sebagai bentuk upaya dalam mewujudkan hal ini di implementasikan melalui Webinar Internasional ini. Berakhirnya pemaparan yang dilakukan dari kedua narasumber pada Webinar telah menghadirkan banyak antusias dari peserta untuk bertanya langsung kepada narasumber, namun dikarenakan keterbatasan waktu yang pada akhirnya pertanyaan dari peserta forum haruskan untuk dibatasi.  Setelah sesi Tanya jawab berakhir, Moderator melakukan sesi dokumentasi bersamaan dengan sertifikat kepada kedua Narasumber sebagai bentuk cinderamata yang dipersiapakan oleh Panitia IRSSA UNSRI dari divisi Social Welfare. Kegiatan Forum Panelist ini bisa dikatakan sukses karena melibatkan sebanyak 110+ peserta yang berasal dari Indonesia maupun Luar Negeri untuk hadir kedalam Webinar Internasional ini.(pic)