Humanitarian Intervention Dampak Invasi Rusia Kepada Ukraina Terhadap Indonesia

Jumat, 15 April 2022 – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional  (IRSSA), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya menyelenggarakan kegiatan Supernova 3.0 yang membahas mengenai “Dampak Invasi Rusia Kepada Ukraina Terhadap Indonesia”

Dimana pada acara Supernova 3.0, Project Initiator mengundang 2 Narasumber guna memberikan penjelasan yang berbeda terkait Konflik Rusia-Ukraina yang tengah memanas, Narasumber tersebut diantaranya adalah:

1. Dr. Muchammad

Yustian Yusa, S.S, M.Si (Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya)

2. Dicky Israel Bagasta

Napitupulu B.Sc (Staff Kbri Bucharest)

Project Initiator pada acara Supernova 3.0 merupakan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya Angkatan 2020, diantaranya adalah:

1. Vionica Yolanda

2. Maulia Sari

3. Puteri Wilianti Arini

4. M. Rizqi Arya Wibowo

5. M. Rafi Hibrizi

Pada Acara Supernova 3.0 terdapat Sambutan – Sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Ketua Pelaksana dari Project Supernova 3.0 yaitu M. Rizqi Arya Wibowo. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Pemateri yang telah bersedia untuk memberikan insightful baru mengenai Konflik Ukraina-Rusia, beliau menyampaikan terima kasih juga kepada Peserta yang telah meluangkan waktu untuk dapat membersamai Supernova 3.0 ini.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Dosen Pengampu pada mata kuliah Studi Keamanan Internasional Bapak Muhammad Yusuf Abror,

S.IP, MA. Beliau menyampaikan bahwasannya Project yang diselenggarakan oleh Rekan – Rekan Panitia Supernova 3.0 sudah sangat bagus yang dimana memiliki output terhadap Khalayak luas khususnya mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya. Beliau menyampaikan bahwa Dengan hadirnya program Kampus Merdeka, mahasiswa diberikan kebebasan untuk menentukan bentuk mekanisme UTS maupun UAS sebagai bentuk penilaian dari Bapak Yusuf, Selama Project yang diselenggarakan itu memiliki dampak terhadap khalayak luas, maka Mahasiswa telah memaksimalkan perannya sebagai salah satu agen of change.

Sambutan yang terakhir diberikan oleh Bapak Azhar, SH, M.Sc., LL, M., LL.D sekaligus membuka acara Supernova 3.0 ini. Beliau sangat mendukung kegiatan akademis yang diselenggarakan oleh project initiator berupa Supernova 3.0 ini. Disini beliau juga mendukung IRSSA FISIP UNSRI selaku HMJ yang turut berpartisipasi ke dalam Project Supernova 3.0 ini. Beliau berharap kedepannya IRSSA dapat terus menyelenggarakan kegiatan berbasis akademis seperti Supernova 3.0 ini.

Acara Supernova 3.0 dipandu oleh Mahasiswi Hubungan Internasional yaitu Vionica Yolanda yang bertugas sebagai MC.

Pemaparan materi dimulai oleh Bapak Dr Muchammad Yustian Yusa, S.S, M.Si. Titik berat pembahasan oleh Bapak Yusa adalah lebih ke arah Tinjauan Teoritik mengenai Human Intervention, alasan negara melakukan Human Intervention, dan Status Quo yang sedang berlangsung pada Konflik Ukraina-Russia ini.

Narasumber Pertama menyampaikan bahwasannya: Pada dasarnya, Human Intervention dapat terjadi ketika negara yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di negara mereka sehingga membutuhkan Tindakan cepat dari Negara luar agar permasalahan HAM dapat cepat selesai. Namun, bagaimanapun antara praktik Human Intervention dan berbicara mengenai Kedaulatan Negara adalah suatu hal yang saling bertabrakan sehingga Human Intervention dengan mendatangkan pasukan militer di negara yang tengah dilanda konflik dalam negeri tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun, karena tidak bisa menjamin apakah api konflik dapat menurun. Status Quo yang sedang terjadi antara Ukraina-Russia adalah dimana pada akhirnya Russia dibawah kepemimpinan Vladimir Putin memandang bahwa dengan mencobanya Ukraina bergabung ke NATO akan memberikan efek Detterence yang cukup besar bagi Russia, maupun bagi Orang Ukraina yang Pro Russia di daerah Krimea. Sehingga mau tidak mau, Russia melakukan Intervensi kemanusiaan dalam rangka mengamankan Warga mereka yang berada di Ukraina.

Narasumber Kedua memberikan pemaparan yang membahas mengenai Dampak dari Konflik Ukraina-Russia bagi Indonesia. Sektor Perdagangan yang semakin meliberalisasikan diri tentunya akan memberlakukan efek domino bagi sebagian besar negara Termasuk Indonesia itu sendiri. Dampak yang paling dekat dan bisa dirasakan bagi Indonesia adalah kenaikan harga Gandum, Ukraina disini merupakan pengekspor Gandum terbesar di dunia sehingga ketika konflik ini terjadi telah memicu naiknya harga Gandum di berbagai belahan negara karena kebutuhan akan gandum menjadi meningkat.

Setelah kedua narasumber memaparkan materi, Acara beralih ke sesi tanya jawab. Berakhirnya sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan sesi dokumentasi dengan melakukan penyerahan sertifikat kepada kedua narasumber. Terakhir, acara Supernova 3.0 resmi ditutup.

Supernova 3.0 mendapatkan antusias dari peserta zoom yang cukup banyak dan sesi tanya jawab yang cukup interaktif antara peserta dengan kedua narasumber.

IRSSA FISIP UNSRI pada Kabinet Nawasena Abyakta disini tidak hanya berfokus terhadap bagaimana kemudian akhirnya menyelesaikan keseluruhan proker yang melibatkan pengurus saja tetapi mendukung kegiatan yang dilakukan Mahasiswa non-pengurus karena pada dasarnya, IRSSA merangkul semua elemen mahasiswa Hi Unsri sehingga apapun aspirasi maupun permintaan yang datang kepada IRSSA akan diusahakan untuk dapat terpenuhi.