Target capaian bonus demografi demi menopang tujuan Indonesia Emas 2045 adalah sebuah target besar yang ingin dicapai oleh Indonesia guna perbaikan dan kemajuan bangsa. Taget tersebut ditakutkan mengalami perlambatan pada kondisi Pandemi covid-19 yang disebabkan karena beberapa pola-pola sektor kehidupan terhambat serta akses interkasi antara individu yang semakin dibatasi demi menurunkan angka penularan virus tersebut. Salah satu sektor kehidupan sosial yang terdampak dari kondisi ini adalah sektor pendidikan. Hampir seluruh sekolah formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dituntut beradaptasi dengan melakukan sistem pembelajaran daring yang dirasa sangat kurang efektif dibandingkan dengan sistem pembelajaran langsung. Kondisi ini ditakutkan akan berbahaya pada tumbuh kembang serta pola pemikiran anak-anak serta remaja yang ditargetkan akan menjadi generasi penerus serta kelompok yang berperan besar dalam capaian Bonus Demografi serta Indonesia Emas 2045. Kondisi yang paling ditakutkan dari sistem yang terjadi pada kondisi saat ini adalah kondisi Lost Generation dimana satu generasi kehilangan arah serta tujuan dan tidak mampu diberdayakan secara maksimal guna pembangunan dan kemajuan bangsa.

Menghindari kondisi yang dipaparkan diatas, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Sriwijaya bekerjasama dengan BKKBN melaksanakan sebuah kuliah umum yang membahas mengenai Prevent The Lost Generation in ASEAN Countries. Tema ini diambil guna belajar dari kesiap siagaan negara-negara ASEAN dalam menghadapi kondisi dan permasalahan yang sama-sama dihadapi oleh dunia hari ini. Dari pembelajaran yang dilakukan yang berasal dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara khususnya yang tergabung dalam anggota ASEAN, Indonesia nantinya diharapkan mampu mengimplementasikan hal-hal yang paling sesuai guna menghindari terjadinya Lost Generation di Indonesia. Acara ini diadakan pada Senin, 15 Maret 2021 dengan pembicara dr. Eni Gustina,MPH Selaku Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Unsri Prof. Dr. Kgs. M. Sobri,M.Si dan dimoderatori oleh H. Azhar,S.H.,M.Sc.,LL.M.,LL.D yang merupakan ketua jurusan ilmu hubungan Internasional FISIP Unsri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *