Cogito International Talk Dream of Working at the United Nations

Senin (03/08/2020) Badan Otonom Cogito Fisip Unsri mengadakan Webinar International Talk dengan topik “Dream of Working at the United Nations” , yang menghadirkan Mr. Charles V. Lamento (Kepala Perwakilan PBB untuk GHNI, Direktur Pusat Kebijakan & Pelatihan Hukum Pidana Internasional Global Hope Network) sebagai Narasumber.

Acara pembukaan dipandu oleh Shinta Ayu Agustina sebagai MC, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Direktur Utama BO Cogito, Dwi Krisdianto dan dibuka oleh Dr. Andy Alfatih MPA selaku wakil dekan bidang kemahasiswaan, dalam kata sambutannya beliau berharap dengan kegiatan ini bisa memberi wawasan dan pengetahuan kepada para audiens mengenai bagaimana kiat dan proses untuk bekerja di PBB.

Setelah pembukaan kegiatan yang dipandu oleh Nadya Guntama Putri sebagai moderator ini dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber kemudian diteruskan dengan sesi tanya jawab serta diskusi antara narasumber dengan peserta webinar.

Mr. Lamento mengawali diskusi dengan penyampaian materi berupa definisi PBB secara umum, meliputi pengertian PBB, markas besar PBB yang terletak di New York Amerika Serikat, Bahasa resmi PBB, Organisasi Internasional lain yang berada dalam naungan PBB, serta pembagian Organ-organ utama dalam struktur kepemimpinan PBB. Menurut Lamento, “Salah satu pencapaian Indonesia adalah berhasilnya Indonesia mendapatkan posisi di salah satu organ utama yaitu Dewan Ekonomi dan Sosial selama empat tahun. Ini benar-benar posisi yang kuat bagi Indonesia, sehubungan dengan perjuangan mereka sendiri dalam masalah ekonomi. Jadi, posisi ini bisa menjadi landasan kuat bagi Indonesia untuk belajar” tuturnya. Keanggotaan Indonesia sebagai Dewan ECOSOC penting untuk menunjukkan kapabilitas dan peran negara dalam kepemimpinan global serta kontribusi terhadap PBB. Hal ini juga penting untuk menyelaraskan kemajuan kepentingan nasional dengan tujuan pencapaian global dalam SDG’s.

Terkait dengan peluang berkarir di PBB maupun organisasi internasional lainnya, lamento menjelaskan bahwa partisipan dapat mendaftarkan diri di beberapa jenis program, seperti pekerjaan penuh waktu atau paruh waktu, program magang berbayar, program magang volunteer (sukarela), dll. “Yang harus Anda dapatkan pertama kali adalah informasi, berikut adalah situs web resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa & Organisasi Internasional Lainnya yang harus Anda ketahui untuk mendapatkan pekerjaan berskala Internasional” tambahnya. Beliau juga melampirkan link web resmi untuk berkarir di PBB maupun organisasi regional dan internasional lainnya.

  1. PBB https://www.un.org/en/sections/resources-different-audience/job-seekers/ atau  https: //careers.un.org/Ibw/Home.aspx
  2. UNICSC    https://jobs.unicsc.org/
  3. ASEAN https://asean.org/opportunities/vacancies-aisec/ .
  4. EU https://epso.europa.eu/job-opportunities id.

Bagian ini ditanggapi oleh salah satu audiens, Indra Pujianto dari Universitas Indonesia dengan pertanyaan “Bagaimana fresh graduate (lulusan baru) dapat diterima di PBB dan apa saja yang harus dipelajari serta disiapkan untuk menjadi pelamar di PBB?”. Mr. Lamento memaparkan bahwa beberapa pekerjaan memang membutuhkan banyak persyaratan, terutama pada bagian pengalaman kerja. Jika seorang lulusan baru ingin bekerja di PBB, pertama-tama harus terlibat dalam kegiatan-kegiatan berbau internasional. Sebelum melamar kerja di PBB, pelamar dapat mencoba dulu bekerja di organisasi internasional lainnya seperti yang ada di Jakarta atau kota di negara asal kita. Ini penting dan sangat berguna sebagai batu loncatan sebelum melamar pekerjaan di UN. Kita dapat mencoba beberapa pekerjaan paruh waktu atau program magang di banyak Organisasi Internasional juga, ini semua adalah langkah-langkah kecil yang sangat penting untuk membantu pelamar mendapatkan pekerjaan di PBB nantinya.

Lamento juga membagikan pengalaman pribadinya dalam menempuh karir bekerja di PBB, awalnya beliau hanya menekuni masalah hukum dan berprofesi sebagai penuntut resmi pemerintahan di bidang kejahatan seks, pembunuhan, dll. Hingga akhirnya ia terlibat dalam penuntutan kasus perdagangan manusia dan akhirnya memutuskan ke Eropa untuk fokus pada penyelesaian masalah dan Hukum Internasional. Ia membutuhkan waktu 6 tahun sejak 2007, hingga pada 2012 resmi mendapatkan tempat sebagai perwakilan PBB. Sebagai penutup, diakhir kegiatan Mr. Charles menyampaikan salam untuk seluruh partisipan, panitia, serta ucapan terimakasih dan motivasi untuk semangat dalam menggapai mimpi bekerja di PBB. Kegiatan International Talk dengan total pendaftar berjumlah 970 dan dihadiri oleh 600 peserta dari berbagai instansi dan negara ini diinisiasi oleh Cogito sebagai rangkaian dari adaptasi arah dan program kerja di era pandemi Covid-19 yang bertajuk “CNN : Cogito New Normal” dan nantinya akan menjadi series kegiatan diskusi berbasis web daring. Webinar ini dilaksanakan dalam bahasa Inggris, peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan melalui aplikasi Zoom cloud meeting maupun Live Streaming melalui kanal Youtube Cogito Official. (Amr)