Yunindyawati, S.Sos., M.Si.

16 April 2013, 17:05, dibaca 2701 kali
Share |

Yunindyawati, S.Sos., M.Si.

PENYEBARAN PENDUDUK: MIGRASI, TRANSMIGRASI, URBANISASI
Yunindyawati/SPD/I363100011/S3

A. PENDAHULUAN

Diskursus kependudukan menyangkut tiga persoalan utama yaitu kelahiran, kematian dan migrasi. Kelahiran dan kematian sudah didiskusikan pada pertemuan sebelumnya. Pada kesempatan ini giliran penyebaran penduduk untuk dibahas dann didiskusikan. Berbicara tentang penyebaran penduduk tidak akan lepas dari konsep migrasi. Bagi orang awam (umum) ketika mendengar kata migrasi sepintas akan terbersit kata perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Ketika masih duduk di bangku SD,SMP, SMA konsep migrasi dibedakan menjadi imigrasi dan emigrasi. Imigrasi diasumsikan perpindahan penduduk dari luar negeri masuk ke dalam negeri dan emigrasi perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri.

Namun ternyata konsep migrasi tidak sesederhana apa yang dibayangkan ketika di sekolah. Muncul definisi konsep yang lebih komprehensif dan mendetail tentang perpindahan penduduk. Setelah di bangku kuliah definisi konsep tersebut dikupas lebih mendalam menyangkut aspek pokok, factor-faktor, dan bahkan akibat dari migrasi. Tulisan ini mencoba memahami persoalan migrasi dengan cara membaca literature yang relevan. Utamanya hendak melihat definisi konsep tentang migrasi, transmigrasi dan urbanisasi.

B. MIGRASI
Gerak penduduk dalam demografi dikenal denga istilah population mobility atau territorial mobility, biasanya mengandung makna gerak spasial, fisik atau geografis. Ada dua dimensi gerak penduduk yaitu gerak penduduk permanen dan non-permanen. Migrasi merupakan dimensi gerak penduduk permanen. Sementara sirkulasi dan komutasi merupakan gerak penduduk non-permanen. Migrasi adalah suatu bentuk gerak penduduk geografis, spatial atau territorial antara unit geografis melibatkan perubahan tempat tinggal yaitu dari tempat asal ke tempat tujuan. Ada dua jenis migrasi yaitu megrasi internal dan migrasi internasional. Emigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari Negara asal/pengirim sedangkan imigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari Negara penerima (Rusli: 1982).

Ada empat faktor yang perlu diperhatikan dalam studi migrasi penduduk, (Lee: 1987) yaitu : 1. Faktor-faktor daerah asal, 2. Faktor-faktor yang terdapat pada daerah tujuan, 3. Rintangan antara, 4. Faktor-faktor individual
Ukuran-Ukuran Migrasi:

  1. Angka migrasi masuk (mi), yang menunjukkan banyaknya migran yang masuk per 1000 penduduk di suatu kabupaten/kota tujuan dalam satu tahun.
  2. Angka migrasi keluar (mo), yang menunjukkan banyaknya migran yang keluar dari suatu kabupaten/kota per 1000 penduduk di kabupaten/kota asal dalam satu tahun.
  3. Angka migrasi neto (mn), yaitu selisih banyaknya migran masuk dan keluar ke dan dari suatu kabupaten/kota per 1000 penduduk dalam satu tahun.

Untuk perhitungan angka migrasi, populasi yang dihitung adalah penduduk usia 5 tahun ke atas. Karena itu, dalam perhitungan angka migrasi menurut kelompok umur, penduduk usia 0-4 tahun datanya tidak tersedia. Untuk mengatasi hal ini, khusus kelompok umur 0 - 4 tahun, digunakan data migrasi seumur hidup untuk penduduk berusia 0-4 tahun.
 

mau baca lebih lanjut download disini.file yunindy .pdf
 



..:: Pimpinan Fakultas

..:: Link Universitas

 

 

 

 

 

 

 

..:: Organisasi Mahasiswa

 

 

 

..:: Organisasi